Wajib Kantongi Sertifikasi Halal MUI

63

Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan menyoroti pelaku usaha penggilingan daging yang ada di Kota Miyak. Ini lantaran hampir sebagian dari mereka belum memiliki sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Terbukti beberapa hari yang lalu saat MUI Balikpapan menggelar sidak di Pasar Baru, mendapati kios penggilingan daging tidak layak sehat dan tidak memiliki sertifikasi dari MUI.

Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan, M Saufan mengatakan bahwa pihaknya meminta kepada para pelaku usaha penggilingan daging tersebut mengurus sertifikasi halal. Sebab sertifikasi tersebut akan sangat berpengaruh bagi kesehatan produk yang dihasilkan maupun kelaikan tempat usahanya.

“Setiap upaya proses pembuatan atau penggilingan daging itu harusnya memiliki sertifikasi halal atau pembinaan. Tapi kan tidak semua produsen atau pelaku usaha tersebut mampu membayar sertifikasi halal tersebut,” katanya kemarin (7/7/2017).

Seperti tahun sebelumnya pemerintah kota memang menganggarkan untuk pembuatan sertifikasi halal bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Namun karena kondisi keuangan yang saat ini sedang defisit, mengharuskan pemerintah menunda hal tersebut.

“Biasanya pemerintah kota menganggarkan sertifikasi halal itu, tapi karena situasinya saat ini tidak memungkinkan maka untuk sementara kita tidak masukkan dalam anggaran kita. Kita biasanya menganggarkan membantu UMKM dalam pembuatan sertifikasi halal,” sambungnya.

Saufan menuturkan bahwa hampir sebagian usaha penggilingan daging maupun sejenisnya belum memiliki sertifikasi halal ataupun pembinaan. Hal tersebutlah yang dikhawatirkannya lantaran berdampak pada kualitas produk yang dihasilkan. Sehingga dengan sertifikasi halal tersebut masyarakat tak perlu khawatir lagi.

“Ada yang bersertifikasi halal yang sudah kita bina. Tapi ada juga yang belum mendapat bagian dalam pelatihan maupun pembinaan tersebut. Kalau yang sudah sertifikasi halal pasti sudah laik, kalau yang belum saya gak jamin,” terangnya.

Pihaknya meminta kepada seluruh pelaku usaha penggilingan daging ataupun produk yang menggunakan bahan dasar daging harus memiliki sertifikasi halal. Sehingga masyarakat akan merasa terjamin dan aman dalam menggunakan jasa mereka ataupun membeli produk mereka.

“Saran saya bahwa yang bersangkutan mengurus sertifikasi halal saja, insya allah semuanya terjamin, produknya terjamin dan lingkungannya juga pasti nanti akan terjamin,” tukasnya.

Menyinggung soal kios usaha penggilingan daging yang tidak laik sehat tersebut, Kasi Pengawasan Dinas Perdagangan, Sila mengatakan, bahwa sejatinya permasalahan laik dan sehatnya usaha tidak termasuk dalam wewenangnya. Ia mengatakan, permasalahan kesehatan baiknya terus dimonitoring oleh Dinas Kesehatan ataupun Dinas Koperasi dan UKM.

“Harusnya dari dinas kesehatan juga ikut memonitor. Kalau di kita itu tugasnya mengawasi produknya. Kalau masalah kesehatannya atau prosesnya itu sehat apa gak itu ada di Dinas Kesehatan, kita itu hanya produknya atau hasilnya saja,” pungkasnya. (bp-22/rus/balikpapan.prokal)

Foto: Salah satu usaha penggilingan daging di Pasar Baru yang selalu dibanjiri konsumen setiap harinya.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *