Sambut Ramadhan, MUI Fasilitasi Acara Silaturahim Antar Umat Islam Balikpapan

53

Dalam rangka mempererat ukhuwah antar lembaga dakwah Islamiyah di Kota Balikpapan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan memfasilitasi kegiatan silaturahmi menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan tema “Ulama Peduli Inflasi”.

“Dasar hukum atau legalitas kegiatan silaturahmi ini adalah hadits Nabi, Man Kana Yu’minu Billahi wal Yaumil Akhiri fal-Yashil Rahimahu, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka silaturahmi”, tutur Ketua MUI Balikpapan Drs. H. Sugianto MM dalam sambutannya dalam acara Ulama Peduli Inflasi di Aula Gedung BI Balikpapan, Kamis (1/5/2019).

Dalam sambutannya mewakili MUI, Drs. H. Sugianto menjelaskan bahwa menghadapi bulan Ramadhan, MUI telah menyusun jadwal Safari Ramadhan dan akan memfasilitasi Silaturahmi Syawal (Halal bi Halal).

“Tempat pertama dalam safari Ramadhan, nantinya di Masjid Al Munawwar. Diisi oleh Ust. Sartono”, jelasnya.

Sementara Drs. H. Sartono, MM selaku narasumber perwakilan Kemenag Balikpapan menjelaskan bahwa Rasulullah ibaratkan dakwah itu seperti kapal. Kalau semua umat di Kota Balikpapan tidak peduli terhadap adanya kema’siatan, maka semuanya akan “tenggelam”.

“Umat Islam harus membangun kepedulian, menghargai perbedaan karena perbedaaan bisa jadi kekuatan, bukan perpecahan.”, tuturnya.

Berkaitan dengan tema acara “Ulama Peduli Inflasi”, Ust. Drs. Muhammad Afif dari Muhammadiyah Balikpapan, menjelaskan bahwa kepedulian dapat dibangun dengan melakukan pencerahan (tanwir).

“Membebaskan diri dari penghambaan kepada selain Allah, bebas dari menghamba kepada sesama manusia, benda dan lainnya. Termasuk pula pembebasan dari kemiskinan, sehingga perlu membangun kekuatan ekonomi umat, lakukan pemberdayaan kesehatan.

“Lakukan pemberdayaan umat, umat harus diberdayakan. Dan harus berpikir maju kedepan”, terangnya.

Narasumber dari Nahdlatul Ulama, KH. M. Muhlasin memaparkan perihal sikap umat Islam dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadlan agar selalu menjaga kebersamaan dan mengesampingkan hal-hal yang bersifat furu’ (cabang agama).

“NU dengan konsep Wasatiyah (moderat)-nya, selalu berupaya menjaga kebersamaan. Umat sekarang pun sudah cukup cerdas dalam menyikapi perbedaan.”, jelasnya.

Hadir dalam acara tersebut, Walikota Balikpapan H.M Rizal Effendi, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Balikpapan Ust. H.M. Idris, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Ust. H. Ahmad Rosyidi, Em.S., jajaran pengurus MUI Kota maupun Kecamatan, perwakilan Lembaga Dakwah, Ormas Islam Balikpapan, perwakilan Pondok Pesantren dan lain sebagainya.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *