MUI Balikpapan Desak Usut Prostitusi Online

79

Lokalisasi telah dinyatakan ditutup, sementara tempat hiburan malam (THM) setop beroperasi selama bulan suci Ramadan. Namun prostitusi online ternyata masih tetap berjalan bahkan memanfaatkan indekos sebagai tempat esek-esek. Kondisi itu membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) berang.

Wakil Ketua MUI Balikpapan, HM Kosyim Pallanjo menegaskan, prostitusi online tersebut sangat dilarang agama. Apalagi dilakukan di bulan suci ramadan yang seharusnya umat muslim diminta untuk berbuat baik dan beribadah.

“Harusnya di bulan ramadan (prostitusi online, Red) diperketat, tidak boleh ada itu. Di luar bulan ramadan aja tidak boleh ada, apalagi di bulan ramadan, dosanya lebih besar. Saya kira kalau ada begitu dilaporkan aja ke polisi atau paling tidak ke RT-nya,” katanya saat dihubungi kemarin (23/5/2018).

MUI yang mengetahui maraknya prostitusi online yang diangkat Balikpapan Pos melalui edisi perdana Hot News, pada Minggu (20/5/2018) sempat terkejut. Kosyim menegaskan, cara apapun yang namanya pelacurannya baik menggunakan media sosial hingga terang-terangan merupakan perbuatan yang haram.

“Jadi kalau bisa kalau memang ada yang begitu laporkan aja ke yang berwajib. Negara aja melarang prostitusi mau online atau apa itu ya nggak boleh, laporkan aja,” tandas dia.

Ia meminta kepada aparat yang berwajib untuk segera menindaklanjuti permasalahan ini. Termasuk menelusuri atau membongkar bisnis esek-esek melalui media sosial dan meminta Satpol PP menggelar razia di bulan ramadan untuk menghindari prostitusi di indekos.

“Ya kalau kami selalu meminta kepada yang berwajib untuk menindak. Itu nggak boleh, jangankan umat muslim, umat non muslim aja nggak ada yang membolehkan prostitusi itu,” pungkas dia. (yad/yud/balikpapan.prokal)

Reviews

  • Review Title 15
  • Review Title 24
  • Review Title 38
  • Review Title 46
  • Review Title 510
  • 6.6

    Score

User Rating: 0 ( 0 Votes )



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *